Mesin / Layanan Fotokopi Masih Menjadi Andalan Mahasiswa Dan Para Pelajar

Author:
Mesin / Layanan Fotokopi Masih Menjadi Andalan Mahasiswa Dan Para Pelajar: Siapa yang tidak tahu akan kebutuhan yang paling mendasar / wajib bagi mahasiswa? Buku, ya, tentu saja buku adalah benda yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan para penimba ilmu, khususnya mereka yang sedang mengukuti studi di perguruan tinggi.Seorang mahasiswa bisa menghabiskan sebagian besar dana pendidikan mereka untuk membeli buku-buku yang ia butuhkan untuk menyelesaikan program studi, terlebih lagi buku wajib untuk prodi / jurusan mereka. Walaupun saat ini komputer dan internet telah banyak merubah tingkat kebutuhan mahasiswa akan buku (edisi cetak) namun, tetap saja, komputer dan internet belum bisa menggantikan posisi buku cetak sebagai sumber pengetahun pokok bagi kalangan pengaar dan penuntut ilmu.


Terutama dia Kota Mataram, masih sangat banyak dijumpai mahasiswa dan para pelajar setingkat SMA/SMK yang memanfaatkan layanan fotokopi untuk menyalin buku-buku penting yang mereka butuhkan untuk menunjang proses belajar mereka, terlebih lagi untuk buku-buku yang sudah tidak lagi bisa ditemui di toko-toko buku. Tentu saja, "alasan" kenapa fotokopi masih menjadi pilihan mahasiswa, ketimbang membeli buku dari penerbitnya tidak sulit untuk dijawab, "Harga", ya, dana yang harus dikeluarkan untuk sebuah buku tentunya akan jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk membayar jasa penggandaan dokumen / fotokopi. Itulah salah satu alasan mengapa pusat-pusat layanan pengaandaan dokumen / layanan fotokopi, seperti Havia fotokopi masih tetap eksis hingga saat ini.

Itulah sedikit hal yang yang bisa disimpulkan penulis dengan mengacu pada pengalaman selama menjalankan layanan fotokopi. Tentu saja tulisan dan pendapat singkat ini akan membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk bisa menyebutnya sebagai hasil studi / analisa yang bernilai bagi sumber rujukan. Silahkan menggunakan kotak komentar jika Anda merasa perlu menambahkan pendapat lainnya.